Tuesday, February 22, 2011

Secercah Thailand di Negeri Singa


Pada 9 November 2010 saya dan beberapa orang teman mendapat kesempatan untuk mencicipi 2 restoran masakan Thailand yang terletak di Golden Mile Complex, yaitu Diandin Leluk dan Nongkhai Beer House.
Golden Mile Complex yang terletak di Beach Road memang sudah dikenal sebagai tempat berkumpulnya warga Thailand di Singapura. Di sini anda bias menemukan berbagai supermarket, toko, dan tentunya kuliner yang otentik Thailand.
DaharTime sampai di lokasi sekitar pukul 7.30 malam dan segera meluncur ke restoran pertama yang akan kami nilai yaitu Diandin Leluk
Tom Yam Tha Lai
Diandin Leluk merupakan restoran Thailand yang menyajikan makanan Thailand pada umumnya seperti Tom Yam, Mango Salad, dan Pad Thai. Yang membedakan Diandin Leluk dari restoran-restoran Thai lainnya di Singapura adalah rasanya yang masih mendekati rasa Thai yang otentik dan sangat pedas.
Kami memesan Tom Yam Tha Lai (Seafood Tom Yam), Crabmeat with Minced Chicken, Thai Chicken Laab, Bambo Salad, dan Mango Salad. Kami juga memesan 2 buah makanan pencuci mulut yaitu Ketan Durian dan Es Ruby. Total kerusakan yang harus ditebus adalah sebesar 59.81 SGD.
Menurut pendapat kami, Tom Yam yang disajikan di sini mendekati rasa yang otentik. Dengan rasa asam dan pedas yang sangat dominan, Tom Yam Diandin Leluk memberikan sensai pedas dan segar yang luar biasa, anda dijamin akan berkeringat. Cacahan tomat yang tersebar di dalam kuah Tom Yam membantu anda menetralisir pedas tetapi memberikan kecupan manis yang indah pada lidah anda.
Thai Mango Salad
Tetapi saya tetap mengatakan bahwa Tom Yam di Diandi Leluk hanya berhasil mendekati rasa otentik dari sebuah Tom Yam. Dikarenakan permainan dari bumbu yang kurang seimbang, dan rasa dari daun jeruk yang tidak terlalu banyak. Padahal Tom Yam akan semakin nikmat jika aroma daun jeruk menguap di depan hidung anda saat menikmati kuah pedas dan asamnya akan membuat anda bermimpi terbang ke Thailand.
Masakan selanjutnya yang kami coba adalah Bambo Salad dan Thai Mango Salad. Thai Mango Salad biasa dikatakan sebagai makanan pembuka yang menyegarkan tetapi juga berbahaya. Cita rasa asam dan pedas yang dominan memang membangkitkan selera makan, tetapi jika perut anda belum terbiasa, memakan Mango Salad sebagai makanan pembuka akan membuat anda menderita.
Bamboo Shoot Salad
Cita rasa Mango Salad yang disajikan di Diandin Leluk sangatlah menyegarkan, rasa pedas yang muncul dalam Mango Salad bisa bermain dengan cantik dengan cacahan kacang dan rasa asam yang ditimbulkan dari mangga mudanya. Terdapat sentuhan rasa kemangi dan air asam, membuat hidangan ini sebagai pembangkit selera yang sempurna.
Sedangkan Bamboo Salad sangat membutuh acquired taste, bau yang muncul dari rebung memang kadang-kadang sangat mengganggu selera makan beberapa orang. Bamboo Salad lebih mengedepankan cita rasa pedas dan rempah yang digunakan dalam masakan ketimbang rasa dari rebung itu sendiri. Kami tidak terlalu menyarankan makanan ini bagi anda, tetapi jika ada menyukai tekstur yang keras dan krenyes-krenyes, serta tidak punya masalah dengan bau rebung maka silakan anda memesan makanan ini.

 Thai Laab Chicken adalah hidangan lain yang kami pesan. Laab Chicken adalah daging ayam cincang rebus yang dicampur dengan air asam, cabe kering bubuk, rajangan bawang merah dan daun kemangi. Rasanya bisa anda bayangkan, yaitu pedas dan asam. Cocok sekali jika dimakan dengan nasi putih hangat.
Chicken Laab
Crabmeat with Minced Chicken bisa dikatakan sebagai comfort food. Berbentuk mirip dengan ngohiang yang digoreng, makanan ini akan amat mudah disukai banyak orang. Rasanya yang gurih dan asin menjadi pelengkap dari hidangan lain yang bercitarasa dominan asam dan pedas. Makanan ini mungkin tidak terlalu istimewa dari segi kompleksitas rasa, tapi akan membuat anda ketagihan. Rasa yang sederhana justru yang membuat anda tanpa sadar menambah terus.
Setelah puas dengan hidangan-hidangan tersebut, kami mengobrol sebentar dan akhirnya memutuskan untuk memesan makanan pencuci mulut. 2 makanan pencuci mulut yang beruntung karena kami pesan adalah Durian with Sticky Rice dan Ice Ruby.
Crab Meat with Minced Chicken
Durian with Sticky Rice atau saya bisa terjemahkan sebagai ketan durian adalah makanan yang sederhana tapi rata-rata orang dengan lidah Asia Tenggara akan mencintai makanan ini. Rasa pulen dari ketan yang diguyur dengan rasa manis dan sedikit sentuhan alkohol dari durian membuat lidah anda bergoyang dan menyendok makanan tersebut terus menerus.
Sedangkan Ice Ruby, yang menurut saya berbentuk seperti kolang-kaling berwarna merah dengan tekstur lebih keras dan disiram dengan santan akan menjadi makanan yang sangat menyegarkan setelah anda berjibaku dengan hidangan utama yang pedas dan asam. Seakan-akan penderitaan yang lidah anda alami tadi, telah hilang seketika.
Ditimbang dari rasa , harga, dan porsi yang disajikan, Diandin Leluk memang direkomendasikan. Apalagi tempatnya lumayan besar dan nyaman. Membawa rekan kerja atau keluarga ke sini bisa memberikan pengalaman kuliner yang nyaman dan tentunya juga memuaskan. Kekurangan dari Diandin Leluk adalah pelayanan yang kurang tanggap dan lambat. Sangat sulit untuk memanggil pelayan ke meja kami. Apakah ini dikarenakan jumlah staf yang kurang memadai atau memang para pelayan tidak diajari untuk lebih beramah-tamah kepada para tamu? Tapi sudahlah, karena rasa yang sesuai dan harga yang lumayan bersahabat, kekesalan kami juga terobati.


No comments:

Post a Comment